Keren, NTB Didaulat Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia


Prof. KH. Ma'ruf Amin bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meresmikan lighting Islamic Center
Prof. KH. Ma’ruf Amin bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meresmikan lighting Islamic Center

Konferensi Internasional Wisata Halal, yang dibuka oleh Prof KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI Pusat, yang juga Wakil Presiden RI terpilih, di Mataram, Kamis (10/10), memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Provinsi di Indonesia, dengan konsep wisata halal yang pantas jadi contoh dunia internasional.

Dalam sambutannya, KH Ma’ruf Amin, mengatakan, bahwa wisata dalam perspektif halal bukan objek wisata yang dirubah menjadi halal, akan tetapi halal yang dimaksud adalah penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah dan hotelnya dapat memiliki standar kehalalannya. Sehingga orang yang berkunjung di NTB merasa nyaman dan menyenangkan. Jadi tidak akan pernah merubah alamnya atau objek wisata lainnya.

“Layanannya yang kita beri kehalalannya. Dan MUI akan terus menopang perkembangan industri halal di Indonesia, terutama di NTB yang sedang giat mengembangkan wisata halalnya,” kata Kyai Ma’ruf.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengatakan, Provinsi NTB menjadi salah satu daerah andalan Indonesia untuk pengembangan wisata halal dunia. Bahkan, daerah yang memiliki Gunung Rinjani dan Tambora ini dikenal jago dalam hal pengembangan muslim friendly tourism.

“NTB Jagonya Wisata Halal. Jadi wajar Konferensi Internasional tentang Wisata Halal diadakan di sini,” tukas Arief Yahya.

Menanggapi statemen Ketua MUI dan Menteri Parawisata RI, Muhanan SH, Ketua LSM KASTA NTB, dalam siaran persnya yang diterima media ini, menyatakan, dengan kehadiran KH Ma’ruf Amin, selaku ketua MUI, sekaligus Wakil Presiden RI terpilih, di Konferensi Internasional tentang Wisata Halal, semakin menguatkan NTB sebagai daerah yang menganut konsep wisata halal di dunia.

“Langkah ini menjadi poin yang baik bagi Gubernur Zulkieflimansyah, yang mampu mematahkan spekulasi negatif soal hilangnya simbol wisata halal yang digagas TGB, justru dengan peristiwa besar dan berdampak luas,” kata Muhanan.

Baca :   Remaja Ampenan Mataram yang Rendahkan Jokowi Dituntut Tujuh Bulan Penjara

Menurutnya, kemampuan menciptakan argumentasi yang baik juga ditunjukkan Gubernur, dengan kemampuannya membuat peristiwa atau event besar yang justru mampu menjawab spekulasi tadi. Menurutnya, ini kemampuan lobi yang luar biasa. Hanya saja, Muhanan meminta Gubernur juga mesti mampu menjaga persepsi dunia dan masyarakat nasional soal wisata halal ini, dengan kenyataan dan praktik di lapangan.

“Kami sebenarnya menginginkan kejelasan tentang konsep wisata halal ini seperti apa. Agar jelas dan bagaimana konsep ini diberlakukan. Ini supaya jelas, agar tidak terkesan berkedok halal tapi semua wisatanya haram atau maksiat,” kritiknya.

Menurutnya, konsep wisata halal itu memang tidak harus dilihat dengan simbol saja. Tapi aplikasi. Namun ia meyakini bahwa Gubernur Zulkieflimansyah mampu membuat kebijakan strategis yang mendukung konsep wisata halal di tingkat aplikasi.

“Contohnya, bagaimana ada regulasi bersama antara Gubernur dan MUI untuk membuat balai sertifikasi halal bagi makanan yang masuk di daerah wisata kita di NTB. Tidak hanya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saja,” demikian Muhanan. (kdon)

Sumber : https://kobarksb.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF