7 Fakta di Balik Kemenangan Persebaya atas Persipura


Pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak Irfan Jaya dalam laga kontra Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)
Pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak Irfan Jaya dalam laga kontra Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya Surabaya sukses mengamankan tiga poin saat menjamu Persipura Jayapura pada pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019. Bajul Ijo menang tipis 1-0 atas tamunya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat malam (2/8/2019).

Gol tunggal laga ini dicetak oleh penyerang sayap Irfan Jaya pada menit ke-32. Irfan mampu memanfaatkan umpan silang terukur yang dikirim Mokhamad Syaifuddin dengan melakukan sundulan.

Kemenangan ini langsung membuat Persebaya menduduki posisi kelima klasemen sementara. Mereka mengemas 17 poin dari 12 pertandingan yang telah dijalani.

Meski berhasil menang, berbagai catatan khusus menjadi perhatian duel klub eks Perserikatan itu. Satu di antaranya adalah permainan buruk kedua tim yang kurang nyaman ditonton.

Para pemain Persebaya sendiri kerap salah mengirim umpan atau lemah dalam koordinasi. Di sisi lain, Persipura juga tak banyak melakukan serangan yang mengancam pertahanan Persebaya selama babak pertama.

Kedua tim tetap berusaha ngotot menang demi mendapat tiga poin didasari oleh motivasi yang berbeda. Persebaya dan Persipura sendiri masih terjebak di papan tengah klasemen sementara sebelum laga dimainkan.

Terlepas dari itu, pertemuan ini telah melahirkan sejumlah fakta menarik. Berikut adalah 7 fakta menarik duel Persebaya Surabaya versus Persipura yang telah disusun oleh Bola.com.

Kebangkitan Persebaya

Persebaya Surabaya memulai pertandingan ini dengan tekanan besar. Klub arahan Djadjang Nurdjaman itu tercatat belum berhasil menang dalam lima laga terakhir. Makanya, mereka harus memenangi laga ini untuk menjaga posisi di klasemen.

Beruntung, mereka berhasil bangkit meski mengakhiri laga dengan skor tipis 1-0. Kemenangan atas Persipura ini membuat pemain bisa lebih percaya diri dan mengangkat mental mereka untuk menatap laga-laga berikutnya.

Kekalahan Pertama Jacksen F. Tiago

Jacksen Tiago tercatat telah empat kali melawan Persebaya sebagai pelatih. Itu terjadi saat dia datang bersama Persipura pada ISL 2009-2010 dan Barito Putera di Liga 1 2018.

Baca :   Kalah Lagi, Persib Dipermalukan Persebaya di Hadapan Bobotoh

Hasilnya, Jacksen selalu berhasil menumbangkan Persebaya dalam empat pertemuan itu. Sebagai mantan pemain dan pelatih Persebaya, pria asal Brasil itu kerap menjadi “mantan” yang mampu menyakiti.

Kekalahan dari Persebaya ini menjadi kali pertama buat Jacksen. Dominasinya runtuh berkat gol tunggal Persebaya yanh dicetak oleh Irfan Jaya.

Kekalahan Pertama Persipura Sejak ISL

Tak hanya Jacksen, Persipura pun punya catatan gemilang kontra Persebaya sejak era ISL dimulai pada 2008-2009. Empat kali berjumpa, Mutiara Hitam tak pernah sekalipun kalah dari Bajul Ijo.

Di ISL 2009-2010, Persipura dua kali menaklukkan Persebaya. Musim lalu, kedua tim berjumpa dua kali di Liga 1 2019. Pertemuan pertama berakhir 1-1 saat ditangani Peter Butler, berikutnya mereka menang 3-1 di bawah arahan Osvaldo Lessa.

Makanya, kekalahan ini jadi pertama buat Persipura dari Persebaya sejak era ISL. Selama ini, klub asal Papua itu tak hanya mendominasi pertemuan dengan Persebaya, tapi juga kompetisi kasta tertinggi.

Gol Keempat Irfan Jaya

Gol yang dicetak oleh Irfan Jaya membuatnya mendapat status sebagai top scorer sementara Persebaya. Irfan telah membukukan empat gol untuk Bajul Ijo selama Shopee Liga 1 2019.

Sebelum membobol gawang Persipura, Irfan Jaya tercatat mampu mencetak gol ke gawang tiga tim yang berbeda. Masing-masing adalah Persela Lamongan, Persib Bandung, dan PSM Makassar.

Tapi, Irfan Jaya bukan satu-satunya pemain Persebaya yang sudah menyumbang empat gol. Amido Balde juga menorehkan catatan gok serupa lewat satu gol ke gawang Persela dan hat-trick kontra Persib.

Kartu Merah Hansamu Yama

Persebaya Surabaya kehilangan satu pemain saat injury time pertandingan ini. Stoper Hansamu Yama mendapat kartu merah setelah dia menarik tangan wasit Fariq Hitaba yang memimpin duel kontra Persipura.

Baca :   Persebaya Pecat Pelatih

Itu merupakan kartu merah pertama yang diterima oleh Hansamu sejak bergabung Persebaya awal musim ini. Dia terpaksa absen di laga berikutnya saat Persebaya menjamu Madura United (10/8/2019).

Padahal, Hansamu tercatat belum pernah absen membela Persebaya akibat akumulasi kartu. Sebelum laga ini, pemain asli Mojokerto itu hanya mengoleksi dua kartu kuning.

Jacksen Menyanyikan Anthem Persebaya

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago, merupakan legenda hidup Persebaya. Dia tercatat pernah membawa klub kebanggaan masyarakat Surabaya itu meraih gelar juara sebagai pemain dan pelatih.

Meski Persipura kalah, Jacksen tetap berusaha menunjukkan keramahannya sebagai legenda Persebaya. Dia menyapa sambutan dari suporter Persebaya yang diarahkan kepadanya.

Pria asal Brasil itu bahkan sempat menyanyikan Song for Pride bersama para pemain Persebaya setelah laga. Itu terjadi setelah dia diajak duo maskot Persebaya, Jojo dan Zoro, dan mendapat izin dari manajer Persipura, Rudy Maswi.

Reuni Pemain Papua

Seperti diketahui, Persebaya memiliki beberapa pemain asal Papua yang berstatus sebagai mantan pemain Persipura. Tak tanggung-tanggung, ada lima pemain sekaligus.

Empat di antaranya adalah Osvaldo Haay, Nelson Alom, Ruben Sanadi, dan Elisa Basna. Satu pemain lagi yaitu Otavio Dutra, pemain naturalisasi asal Brasil.

Laga ini tentu menjadi reuni buat mereka dengan mantan klubnya. Mereka ingin melepas kerinduan dengan sosok yang pernah bekerja sama pada beberapa tahun silam.

Sumber : https://www.bola.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF