Wajah Tukang Pecel Lele yang Babak Belur Dihajar Pelanggan Akibat Lama Menggoreng


87 shares
Achmad Zunaidi, penjual pecel lele yang dipukul pelanggan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Achmad Zunaidi, penjual pecel lele yang dipukul pelanggan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Seorang pedagang pecel lele bernama Achmad Zunaidi, babak belur dianiaya pelanggannya pada Selasa (19/3) dini hari. Permasalahannya sepele, ia dihajar pembeli yang merasa ia terlalu lama memasak pesanan mereka.

Dilansir dari kumparan, Tim Kumparan berhasil menemui Achmad di rumahnya di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Rabu (20/3). Achmad yang baru saja pulang dari rumah sakit usai mengobati sejumlah luka dan lebam yang ia terima dari penganiayaan tersebut.

Ia lalu menceritakan awal mula kejadian. Saat itu sekitar pukul 02.00 WIB, beberapa orang pria menghampiri dagangannya dan memesan 4 porsi pecel lele.

Baca :   Dituduh Curi Tabung Gas, Pria di Tapanuli Selatan Tewas Dianiaya

“Jam 02.00 WIB ada yang beli pecel lele 4, jam segitu memang lelenya hidup, takut enggak ada yang beli kan, jadi kita nyiangin dulu. ‘Nanti Pak disiangin dulu’ kata yang kerja sama saya,” cerita Achmad.

Tak berapa lama, pembeli tersebut juga memesan 2 porsi tempe yang langsung dimasakkan oleh Achmad. Namun saat itu mereka sudah terlihat marah.

“Itu sudah marah-marah, ‘kok lama ya?’ Saya maju ke tengah gitu ke tempat roti bakar kan, tiba-tiba dipukul dari belakang, pakai tangan, kedua kali pakai kayu,” jelasnya.

Akibat dipukul tiba-tiba, Achmad pun tersungkur. Bahkan setelah jatuh, pembeli tersebut menginjak muka Achmad.

Baca :   Pilot Lion Air Penganiaya Pegawai Hotel Dijebloskan ke Penjara

Saat itu ia berusaha bangun untuk melawan dan meminta pertolongan pada adiknya yang sedang berada di dalam rumah.

“Pada saat bangun itu, saya dipukul lagi, saya (lalu) enggak sadar,” kata dia.

Achmad mengaku tak pernah melihat pria tersebut sebelumnya. Namun, ia masih mengingat sosok orang-orang yang menganiayanya.

“Orangnya hitam, terus nada ngomongnya, kayak bukan suku sini gitulah, dua-duanya,” jelas Achmad.

Meski ketakutan dan menderita sejumlah luka, namun Achmad tak lantas berhenti berjualan. Karena usaha tersebut sudah dilakoninya sejak 8 tahun yang lalu.

Baca :   KPPAD Minta Siswi SMA Pelaku Pengeroyok Siswi SMP di Pontianak Tak Di-bully

“Ya namanya hidup gimana, dibilang trauma tapi kewajiban harus, tetap pengin dagang lagilah. Ada anak buah saya, lagi pulang juga. Belum pernah selama 8 tahun lebih saya dagang, baru kali ini (dianiaya),” ungkapnya.

Achmad dan adiknya telah melaporkan kasus penganiayaan dan perusakan tersebut ke Polsek Pondok Gede. Polisi kini sedang mencari para pelaku.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF