Tak Kunjung Dieksekusi Mati, Efendi Kembali Impor Sabu dari Balik Penjara


25 shares
Ilustrasi Pengedar Narkoba (Foto : Istimewa)
Ilustrasi Pengedar Narkoba (Foto : Istimewa)

Efendi Salam Ginting dihukum mati dan menghuni LP Tanjung Gusta, Sumut. Karena tidak kunjung dieksekusi mati jaksa, ia kembali mengimpor sabu dari Malaysia.

“Saya tidak menyesal pengedar narkoba, pekerjaan ini dilakukan sejak tahun 2015,” ujar Efendi sebagaimana dilansir Antara, Kamis (21/3/2019).

Kasus yang mengantarnya hingga dihukum mati yaitu terkait tiga kali impor sabu dari Malaysia pada Mei-Juni 2015. Yaitu:

1. Satu tas ransel kecil yang berisi 5 bungkus @ 1 kg sabu.
2. Satu tas ransel kecil yang berisi 5 bungkus @ 1 kg sabu.
3. Satu tas ransel kecil yang berisi 10 bungkus @ 1 kg sabu dan 174 butir ekstasi.

Kedok Efendi terungkap saat anak buahnya, Adnan ditangkap BNN di Hotel Buluh Pagar Indah Jalan Lintas Timur Km. 180 Simpang Kawat Asahan Sumatera Utara. Adanan mengaku sabu tersebut dijemput dari Malaysia dan dibawa ke Tanjungbalai atas perintah Efendi.

Baca :   6 Alasan Umum Seseorang Terjebak Narkoba, Salah Satunya Kesepian

BNN kemudian membuka rekening bank Efendi, dan terungkap aliran tidak wajar dengan jumlah transfer yang cukup besar. Yaitu:

19 Agustus 2014
Efendi mendapat transfer Rp 75 juta.

9 September 2014
Efendi menerima transfer Rp 50 juta.

16 September 2014
Efendi mendapat transfer Rp 160 juta.

27 September 2014
Efendi menerima transfer Rp 230 juta.

7 Oktober 2014
Efendi mendapt transfer Rp 102 juta.

8 Oktober 2014
Efendi menerima transfer Rp 149 juta.

4 November 2014
Efendi mendapat transfer Rp 50 juta.

10 Novemver 2014
Efendi menerima transfer Rp 120 juta.

10 Februari 2015
Efendi meneria transfer Rp 100 juta.

Januari-Februari 2015
Efendi menerima tarnsfer tujuk kali, satu kali transfer Rp 100 juta.

23 Februari 2015
Efendi menerima transfer Rp 100 juta.

19 Mei 2015
Efendi mendapat transfer Rp 80 juta.

Serta puluhan transaksi lain yang mencurigakan. Dalam satu tahun, lalu lintas di rekening Efendi mencapai miliaran rupiah.

Pada 24 Maret 2016, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai menjatuhkan hukuman mati kepada Efendi. Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 24 Mei 2016. Duduk sebagai ketua majelis Cicut Sutiarso dengan anggota Rustam Idris dan Abdul Fattah.

Baca :   Dorfin Felix Minta Ditembak Mati Saat Ditangkap, Begini Kronologinya

Di tingkat kasasi, hukuman mati itu kembali dikuatkan. Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota Margono dan Sumardijatmo.

Meski sudah dihukum mati, tapi jaksa tak kunjung mengeksekusinya. Efendi yang menghuni LP Tanjung Gusta memanfaatkannya dengan mengontrol impor sabu lagi dari bali bui. Kali ini jumlahnya 8 kg.
(asp/rvk)

Sumber : www.detik.com

 


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF