Selandia Baru Akan Siarkan Azan Salat Jumat Secara Nasional


110 shares
Masjid Selandia Baru (Foto : Istimewa)
Masjid Selandia Baru (Foto : Istimewa)

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan bahwa Selandia Baru akan mengumandangkan azan salat Jumat pada pekan ini secara nasional sebagai bentuk solidaritas setelah teror penembakan di dua masjid Christchurch.

Ardern mengatakan bahwa sejak teror yang merenggut 50 nyawa pada Jumat pekan lalu itu, banyak warga Selandia Baru ingin menunjukkan dukungan mereka kepada komunitas Muslim agar tetap leluasa beribadah.

Selain itu, menurut Ardern, ada pula keinginan untuk memperingati momen sepekan setelah tragedi Christchurch tersebut.

Baca :   Pelaku Serangan Teror Masjid New Zealand Akan Jalani Tes Kejiwaan

“Untuk menanggapi ini, akan ada mengheningkan cipta selama dua menit pada Jumat ini. Kami juga akan menyiarkan panggilan untuk salat secara nasional melalui TVNZ dan RadioNZ,” ujar Ardern sebagaimana dikutip TVNZ, Rabu (20/3).

Dengan pengumuman ini, Ardern semakin menjadi perbincangan di jagad maya. Sebelumnya, Ardern disanjung karena dianggap sangat cepat menanggapi serangan teror tersebut.

Sehari setelah insiden, Ardern langsung mengumumkan bahwa ia akan berupaya merevisi undang-undang kepemilikan senjata di negaranya.

Baca :   Diserang Usai Salat Jumat, Pria di Medan Tewas Dengan Luka Tembak di Dada

Ia juga mengucapkan “Assalamualaikum” saat mengawali pernyataan perdananya di parlemen pasca-teror Christchurch pada Selasa (19/3).

Dalam pidato tersebut, Ardern bersumpah tidak akan menyebutkan nama pelaku penembakan massal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood tersebut.

“Anda semua tidak akan pernah mendengar saya menyebut namanya. Dia adalah teroris, dia adalah seorang kriminal, dia adalah seorang ekstremis. Dia tidak akan memiliki nama ketika saya yang berbicara,” ucap Jacinda di depan parlemen pada Selasa (19/3) seperti dikutip CNN.

Baca :   Seniman Asal Minang Ini dan Anaknya Jadi Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

“Kepada Anda semua, saya mohon sebutlah nama-nama mereka yang menjadi korban daripada orang yang mengambil nyawa mereka. Dia (pelaku) mungkin mencari ketenaran, tetapi kami tidak akan memberikan itu, bahkan namanya sekalipun.” (has)

Sumber : www.cnnindonesia.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF