Sebut Kubu ’02’ Diisi Kelompok Radikal dan Teroris, Said Aqil Dilaporkan ke Polisi


180 shares
Ketua PBNU Said Aqil (Foto : Istimewa)
Ketua PBNU Said Aqil (Foto : Istimewa)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Ail Siradj dilapor ke Bareskrim Polri terkait dugaan Ujaran Kebencian atau Hate Speech.

Kelompok Aliansi Anak Bangsa melaporkan Said Aqil Siradj karena menyebut dalam kelompok ’02’ di Pilpres 2019 terdapat kelompok radikal, ekstremis, bahkan teroris.

Pernyataan itu disampaikan Said Aqil saat diwawancara presenter Najwa Shihab.

“Dalam percakapan, eksplisit dia menyatakan bahwa di kelompok 02 dalam pilpres ini terdapat kelompok radikalis, ekstremis, dan teroris,” kata Ketua AAB sekaligus pelapor, Damai Hari Lubis seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/3/2019).

Baca :   Tidur Bareng 300 Tahanan Lain, Ahmad Dhani Cerita bak Ikan Pindang

Damai mengatakan, pelaporan itu dilakukan untuk mencegah kegaduhan dan menjaga situasi agar kondusif jelang Pemilu 2019.

Ia pun mengutarakan kesiapannya untuk mencabut laporan tersebut jika Said Aqil meminta maaf kepada Rizieq Shihab.

“Kami persilakan, datang ke Mekkah, tabayun, silakan, kalau ada rekomendasi surat permintaan maafnya dan dimaafkan oleh Imam Besar Habib Rizieq, kami cabut (laporannya),” ungkap dia.

Saat melaporkan, mereka juga menyerahkan barang bukti berupa CD berisi video saat Said Aqil mengungkapkan pernyataan tersebut.

Baca :   Diduga Lakukan Penipuan, Cicit Soeharto Dilaporkan ke Polisi

Said dilaporkan atas Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas IU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo 156 KUHP.

Respons PBNU

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan Robikin Emhas menuturkan bahwa pihaknya akan menyerahkan proses hukum ke kepolisian terkait dilaporkannya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj ke Bareskrim Polri.

Said dilaporkan Kelompok Aliansi Anak Bangsa (AAB) atas dugaan penghinaan atau Ujaran Kebencian.

“Kepolisian RI sudah kredibel. Sudah profesional. Oleh karena laporannya disampaikan kepada kepolisian, mari kita percayakan kepada Kepolisian RI. Apakah terdapat dua alat bukti yang sah agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak, kita lihat nanti,” ujar Robikin melalui pesan singkat, Rabu (20/3/2019).

Said Aqil dilaporkan terkait pernyataannya saat diwawancarai Najwa Shihab.

Menurut Ketua AAB sekaligus pelapor, Damai Hari Lubis, dalam wawancara, Said Aqil menyatakan bahwa di kelompok 02 dalam pilpres terdapat kelompok radikalis, ekstremis, dan teroris.

Baca :   Hina Jokowi dan Polisi di Facebook, Remaja Lombok Tengah Ini Ditangkap

Terkait hal itu, Robikin mengatakan, berbagai hasil survei sudah melansir radikalisme yang ditandai sikap intoleran.

Bahkan, kata Robikin, gamblang diketahui publik adanya kampanye khilafah yang cukup marak sebelum badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dicabut.

“Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial,” kata Robikin.

Ia menegaskan, segenap komponen bangsa wajib untuk menjaga keutuhan NKRI, baik keutuhan teroterial, sumber daya alam, maupun budayanya.

Menurut Robikin, khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara adalah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI.

“Kiai Said Aqil, NU dan kita semua layak terus mengampanyekannya agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat kita wujudkan bersama,” tutur dia.

Baca :   Asam Urat Kumat, Ahmad Dani Jalan Terpincang Jelang Sidang

“Untuk kepentingan hal itu, kami semua, baik selaku warga maupun pengurus NU, akan senantiasa berdiri di belakang Kiai Said Aqil,” ujar Robikin.

Sumber : http://makassar.tribunnews.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF