Percobaan Perkosaan Ojol Cewek, Puluhan Driver Ojol Geruduk Asrama Mahasiswa


218 shares
Suasana asrama mahasiswa saat digeruduk driver ojek online. Foto: erl
Suasana asrama mahasiswa saat digeruduk driver ojek online. Foto: erl

Puluhan driver ojek online menggeruduk salah satu asrama mahasiswa luar daerah di kawasan Depok Timur, Yogyakarta. Mereka secara spontanitas mendatangi asrama tersebut karena salah satu driver perempuan ojek online menjadi korban upaya pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa tersebut.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Paridal, membenarkan hal tersebut. Menurutnya aksi tersebut bermula dari adanya permintaan dari pelaku kepada driver perempuan ojek online tersebut untuk mengantarkan barang ke dalam kamar pelaku. Sesampai di dalam kamar pelaku, ternyata pintu langsung dikunci oleh oknum mahasiswa luar daerah tersebut.

Baca :   Ditusuk Penumpang, Driver Ojol di Palembang Sekarat

Ketika di dalam kamar yang terkunci tersebut, pelaku berusaha melakukan upaya pencabulan. Korban yaitu driver perempuan ojek online tersebut lantas berteriak meminta tolong. Spontan warga dan juga rekan korban sesama driver ojek online langsung berdatangan. Melalui pesan berantai di media sosial akhirnya yang datang semakin banyak.

“Saat ini korban sudah melapor ke Mapolsek,” tuturnya ketika dikonfirmasi, Kamis (21/3/2019).

Saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan siapa pelaku meskipun hanya inisial. Namun ia memastikan korban sudah melapor dan harus menunggu hasil visum yang dilakukan oleh dokter. Dan para driver ojek online yang mendatangi asrama tersebut tidak sampai melakukan tindakan anarkis dan sudah membubarkan diri.

Baca :   Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto Akan Dihukum Kebiri Kimia

Ia berharap kepada semua pihak untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian. Proses hukum akan dilakukan dan jika pelaku bersalah maka hukuman pasti akan diberikan.

Ketua Paguyuban Ojek Online Jogja (Pagodja), Handri saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Namun ia mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat dan juga yang beredar di media sosial Facebook, jika korban tidak bertransaksi melalui aplikasi namun lewat FB. Saat itu terjadi transaksi untuk mengantar pesanan kaos. (erl/adn)

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF