Rumah Sakit di Bali Kebanjiran Titipan Jenazah, Ini Penyebabnya


28 shares
Ilustrasi ngaben massal Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ilustrasi ngaben massal Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Sejumlah rumah sakit di Provinsi Bali kebanjiran titipan jenazah selama upacara Panca Wali Krama di Besakih. Ini karena selama upacara ini berlangsung, sejak 31 Januari hingga 12 April umat Hindu dilarang untuk mengadakan upacara kematian.

Berdasarkan data yang dihimpun kumparan, di RS Sanglah, per 13 Maret ada 106 jenazah yang dititipkan dari kapasitas 106 jenazah. Sedangkan per 15 Maret RSUD Mangusada ada 104 jenazah yang dititipkan dari sekitar 70 kapasitas jenazah. Bahkan, RSUD mendirikan tenda untuk menampung jenazah ini. Kabarnya, ada 30 berada di tenda darurat.

Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jro Gede Suena Putus Upadesamenyayangkan masih banyak umat yang menitipkan jenazah ini. Ini karena tak etis secara agama, juga tidak baik untuk kesehatan.

Baca :   Rebutan Lahan Parkir, Pria di Bali Bunuh Teman Sendiri dan Dituntut 20 Tahun Bui

“Orang menempatkan jenazah itu di RS penitipan seperti terbuang. Posisi jenazah sangat memprihatinkan. Itu kan bisa mempengaruhi kesehatan, apalagi jenazah di tenda itu kanpanas, bisa terjadi apa-apa,” kata Suena saat bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (19/3).

Suena menjelaskan, dalam surat yang telah diedarkan kepada sejumlah umat, bagi keluarga yang mengalami peristiwa kematian, jenazah bisa dikubur atau dibakar sementara tanpa diupacara atau diaben. Jenazah dapat dikubur atau dibakar setelah matahari terbenam. Ia berharap masyarakat dapat melakukan dua hal tersebut tanpa harus berbondong-bondong menitipkan jenazah.

“Berkenaan dengan itu, sesuai aturan di Bali yang dikeluarkan oleh Parisada, telah ada surat keputusan Parisada yang menerima arahan agar masyarakat di Bali mengalami kedukaan itu menjalankan tata upacara sudah diatur dalam surat keputusan Parisada sehingga tidak menimbulkan masalah dan gangguan terhadap jalannya upacara di Besakih,” kata dia.

Baca :   Miris, Gigolo di Bali Bunuh Wanita yang Protes Tak Puas Dilayani

Bagi umat yang telah telanjur menitipkan jenazah, ia mengimbau agar umat segera mengambilnya.

“Kalau ada mayat-mayat mohon segera dibawa dari RS, dibawa ke setra langsung dan diselesaikan dengan mekingsadi geni (dibakar tanpa diaben) atau mekingsan pertiwi (dikubur),” ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster meminta agar umat mengikuti imbauan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP).

Baca :   Bikin Onar dan Panjat Pelinggih di Kuta, Bule Australia Diamankan

“Sebenarnya jalan keluarnya sudah di dalam surat keputusan Parisada, yang kalau itu dijalankan sesungguhnya tidak ada masalah. Oleh sebabnya saya sebagai gubernur mengumpulkan Ketua Parisada dan MUDP untuk agar apa yang sudah diputuskan oleh Parisada bisa dilaksanakan dan saya sebagai gubernur dalam posisi untuk mendukung penuh apa yang sudah diputuskan parisada,” ujar dia.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF