Soal Infrastruktur Langit, Ma’ruf Amin: Istilah itu Muncul Tanpa Sadar


92 shares
Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin menyampaikan visi dan misi saat Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Cawapres no urut 01, Ma’ruf Amin menyampaikan visi dan misi saat Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin merasa lega setelah melewati debat kandidat melawan Sandiaga Uno, Minggu (18/1) kemarin. Mantan legislator PKB itu mengaku semua gagasannya telah disampaikan secara terbuka.

“Ya, lega lah. Kan sebelum debat kayaknya punya beban. Saya merasa habis debat, saya plong. Artinya merasa telah sampaikan semua hal yang saya ketahui untuk Indonesia maju,” ujar Ma’ruf dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (18/3).

Abah -sapaan Ma’ruf- mengaku bersyukur apabila respons masyarakat positif. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menganggap debat itu adalah hasil dari dirinya membaca, mendengar dan berdiskusi dengan masyarakat.

Baca :   Menyejukkan, Tawa dan Cipika-cipiki Jokowi-Prabowo Tutup Debat Capres

“Ternyata mempunyai efek bagus ketika saya bisa menguasai, menyampaikan berbagai persoalan bangsa terutama menyangkut pendidikan, sosbud, tenaga kerja. Kalau itu diapresiasi masyarakat, saya merasa bersyukur dan senang,” katanya.

Kiai Ma’ruf juga menggunakan istilah menarik seperti ten years challenge dan infrastruktur langit. Menurutnya, istilah itu muncul tanpa sadar.

“Mungkin itu jiwa saya memberikan penguatan pematangan terhadap masalah yang dihadapi bangsa. Kemudian muncul dari istilah-istilah saat berkomunikasi dengan masyarakat banyak dan menarik sehingga bisa dicerna,” ungkapnya.

Baca :   Dukung Prabowo, Golkar Akan Pecat Ketua DPD Wonosobo

Saat disinggung apakah tidak lelah menjalani debat selama dua jam, Abah mengaku tidak lelah. Baginya, menyampaikan ilmu dan pandangannya kepada masyarakat adalah untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

“Saya tidak merasa lelah karena saya ingin sampaikan sesuatu kepada rakyat, umat dan bangsa,” pungkasnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Gunawan Wibisono


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF