Heboh, “Bentrokan” 10 Menit Terjadi di Cikole Bandung Barat, Warga Saling Lempar Susu dan Kopi Luwak


98 shares
Puluhan warga dan sejumlah tokoh adat Kampung Cibedug, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Foto : Yudha Maulana)
Puluhan warga dan sejumlah tokoh adat Kampung Cibedug, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Foto : Yudha Maulana)

Puluhan warga dan sejumlah tokoh adat Kampung Cibedug, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat terlibat ‘bentrokan’. Aksi saling lempar ini terjadi di alun-alun desa pada Senin (18/3/2019) pagi.

Pantauan Detikcom, bentrokan secara intens terjadi selama 10 menit. Kendati begitu, tak ada yang terluka dalam bentrokan ini.

Hanya tawa dan gurau canda yang mewarnai sepanjang bentrokan. Jauh dari kata mencekam, mereka saling bersalaman dengan senyum mengembang di akhir acara.

Baca :   Thailand Berencana Buat Festival Ganja Pertama di Dunia

Pasalnya, kedua kubu saling melempar dengan menggunakan susu murni dan kopi luwak yang telah dikemas dalam bungkus plastik dalam festival Palagan Toya.

Palagan Toya atau perang air ini merupakan salah satu rangkaian acara Ruwatan Lembur Kampung Cibedug yang biasa dilakukan tiap tahun. Namun festival saling lempar ini baru pertama kali dihelat.

“Festival ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan rasa ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena telah memberikan segala-galanya untuk kami warga Cibedug,” ujar sesepuh adat Kampung Cibedug, Aki Dede Atmadja (72).

Baca :   Thailand Berencana Buat Festival Ganja Pertama di Dunia

Sebagai amunisi, panitia menyiapkan 2.500 bungkus susu murni yang telah dicampur air dan 2.500 bungkus kopi luwak. Bahan-bahannya berasal dari urunan warga dan sumbangan dari pengusaha kopi luwak setempat.
(ern/ern)

Sumber : www.detik.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF