Jokowi ke Warga Sumut: Pilpres Akan Tentukan Arah Bangsa 100 Tahun Ke Depan


8 shares
Joko Widodo (Foto : Detikcom)
Joko Widodo (Foto : Detikcom)

Capres nomor urut 01 Jokowi Widodo menghadiri acara Pagelaran Budaya Lintas Etnis Provinsi Sumatera Utara di Stadion Teladan Medan, Sabtu (16/3) malam.

Di kesempatan itu, Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat di Medan untuk tidak Golput pada pilpres, April mendatang. Sebab, menurutnya Pilpres 2019 akan menentukan arah bangsa beberapa tahun ke depan.

“Karena itu (pilpres) menentukan arah negara lima tahun ke depan. Sangat, sangat mentukan arah negara lima tahu tahun ke depan, mungkin 50 atau 100 tahun ke depan,” ucap Jokowi di lokasi.

Baca :   Papan Elektronik Masjid Unsri Diretas: 'Salat No 1, Presiden No 02'

Sementara itu, di panggung pertunjukan, Jokowi tampak menikmati pertunjukan tari dari berbagai daerah di Sumut. Ia terlihat kagum dan tersenyum melihat gerakan dan kostum yang dikenakan para penari, puncaknya saat penari membawakan tarian Si Gale-Gale yang menampilkan dua patung orang sedang menari.

Dia kemudian memanggil sang penari yang langsung berjoget dihadapannya. Jokowi tertawa dan tersenyum melihat sang penari, sesekali dia tampak tersenyum juga melihat sang istri, Iriana.

Usai pertunjukan tari Jokowi berpidato, dia mengatakan bahwa pertunjukan tarian yang disajikan tadi merupakan keindahan Indonesia. Jokowi mengatakan bahwa Sumatera Utara merupakan miniatur Indonesia karena di dalamnya terdapat banyak suku, agama dan budaya lainnya yang hidup rukun.

“Saya tahu sejarah di Sumut, tidak ada yang namanya perpecahan, tidak ada yang namanya perbedaan. Oleh sebab itu jangan sampai karena urusan pilihan bupati, walikota, gubernur dan presiden kita merasa tidak sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” kata Jokowi di lokasi.

Baca :   Jokowi Pamer Kartu Pra-Kerja, TKN : Ini Bukan Untuk Mengincar Suara Pengangguran

Selain itu, Jokowi juga memuji keragaman dan kedamaian di Sumatera Utara yang mencerminkan bangsa Indonesia. Sebab di masyarakat Sumut terdiri dari banyak suku dan agama, namun bisa hidup berdampingan, rukun dan damai.

“Di sini ada suku Batak Karo, Suku Batak Mandailing ada suku Batak Pakpak. Ada Simalungun, ada Suku Melayu ada Suku Nias ada Etnis Tionghoa, India, kemudian agama yang ada berbeda beda, ada agama Islam Kristen Katolik, Protestan Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, inilah miniatur Indonesia,” kata Jokowi.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF