Viral, Mbah Sumini Dipenjara karena Dituduh Bantu Aborsi, Hasil Forensik Dipertanyakan


85 shares
Mbah Sumini (Foto : Tribun)
Mbah Sumini (Foto : Tribun)

Sidang lanjutan kasus pembuangan bayi di area persawahan di Desa Krenceng, Kepung, Kediri digelar Rabu (13/3/2019).

Sidang lanjutan tersebut menjadi perhatian karena salah seorang terdakwa yakni Sumini (85), viral di media sosial.

Kisah wanita yang akrab dipanggil Mbah Sumini tersebut viral setelah diunggah sang pengacara, Ander Sumiwi Johana.

Ander Sumiwi Johana membagikan kisah tentang Mbah Sumini di akun Facebooknya pada Rabu (13/3/2019).

Menurut Ander, Sumini sebenarnya hanyalah korban dari kedua tersangka lain yang merupakan orangtua bayi, Kamsidi (51), dan Ika Wahyuningsih (27).

“Mbah Sumini terseret dan didakwa ikut serta dalam tindak pidana yang mengakibatkan matinya bayi tersebut,” ujar Ander kepada Tribun-Video, Jumat (15/3/2019).

Mbah Sumini didakwa sebagai dukun aborsi, namun Ander mengklaim bahwa nenek tersebut membantu sebenarnya kesehatan kandungan dan bayi Ika sebelum melahirkan.

Baca :   Misteri Api Keluar dari Tanah di Ponorogo, Karena Ampas Jamu?

“Ternyata hari ini fakta persidangan memaparkan jika bayi itu lahir beberapa hari kemudian dalam kondisi masih hidup, bayi meninggal karena dibekap bantal oleh pelaku Ika (bukan diaborsi oleh Sumini),” ungkap Ander.

Ander yang merupakan pengacara sukarela, menolong Sumini karena merasa kasihan.

“Di senja hidupnya, Mbahe harus menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi,” paparnya.

Ander pun menyebutkan bahwa ia bertemu dengan Sumini ketika pelimpahan perkara pembunuhan dengan terdakwa Ali Muhson di kejaksaan Ngasem.

“Mbahe lingak-linguk kebingungan, lalu saya dekati. Saya tanya apakah mau saya dampingi? Mbahe takut nggak bisa bayar saya,” ujarnya.

Setelah dijelaskan bahwa bantuan hukumnya gratis, Sumini bersedia kasusnya ditangani oleh Ander.

Sumini sebelumnya tidak ditahan karena dijamin oleh cucunya.

Namun pada Februari lalu Sumini ditahan karena berkasnya telah lengkap dan kini menjalani persidangan.

Baca :   Heboh, Baim Wong Unggah Foto Mandi Bareng Paula Verhoeven

Sebelumnya pada Selasa (4/12/2018) lalu, polisi melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan bayi tersebut.

Sumini, Kamsidi, dan Ika Wahyuningsih dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut.

Ika yang hamil akibat hubungan di luar nikah panik karena Kamsidi tidak mau bertanggung jawab.

Sehingga muncul rencana untuk membuang bayi yang dilahirkan. Sebelum dibuang bayi terlebih dahulu dihabisi oleh ibunya.

Dalam perkara ini Ika juga dibantu oleh Kamsidi yang telah membiayai semua proses diduga untuk pengguguran kandungan.

Sedangkan proses persalinan Ika sendiri dilakukan diduga berkat bantuan Sumini.

Namun Sumini membantah, ia mengaku Ika dan Kasmidi datang kepadanya untuk pijat mebenarkan posisi bayi yang sungsang.

“Jadi mbah Sum dimintai tolong pijat buat benerin perutnya, mbah Sum dibayar Rp1 juta oleh Kasmidi,” ujar Ander.

Ander menyebut bahwa Sumini tak terlibat dalam pembunuhan bayi yang baru lahir tersebut.

“Cuman pijat biasa, abis itu pulang ibu bayinya masih sehat dan bisa pergi-pergi naik motor sendiri,” tuturnya.

Ander menegaskan bahwa kasus pembunuhan murni dilakukan oleh Ika, sang ibu bayi.

“Mbah sum bilang ke jaksa bahwa bayinya tewas dibekap bantal dan dicekik menggunakan sarung oleh Ika setelah ia melahirkan sendiri di kosnya,” kata Ander.

Sumini mengetahui hal tersebut saat rekonstruksi pada Selasa (4/12/2018) lalu.

“Kan mbah Sum lihat pas polisi rekonstruki gimana Ika bunuh bayinya. jadi mbah Sum pijit itu untuk benerin posisi bayi di kandungan, kalo gadipijit mana mungkin bayi sungsang ibunya sanggup melahirkan sendiri di kost. Pasti harus di rumah sakit,” imbuh Ander.

Selain itu menurut ander keterangan saksi kurang kuat, karena kesaksian hanya didapat dari Ika dan Kasmidi.

“Saksinya ga kuat karena Kasmidi tak berada di kamar jadi gatau, yang dikamar cuma si mbah sama Ika. nah jadi kesaksian cuma dari Ika, tak tahu kan itu kesaksian Ika asli atau dibuat-buat,” katanya.

Kini Ander mengusahakan untuk mendatangkan saksi ahli pada sidang berikutnya.

“Masih nunggu hasil pemeriksaan forensik pada jenazah bayi dari polisi, kan jelas apa benar meninggal karena aborsi atau dibunuh. Kalo gabisa kami sedang berusaha mendatangkan saksi ahli,” ujarnya.

Ander pun menyebutkan bahwa ia murni hanya ingin membantu Sumini untuk bebas, karena ia percaya kliennya tersebut tak bersalah.

“Fokusnya pengen mbah Sum bisa bebas kan kasihan sudah tua. Perihal pihak keluarga akan menuntut jika terbukti tak bersalah, kan itu opsional. Di luar jangkauan saya saat ini,” terang Ander.(Tribun-Video/Alfin Wahyu Yulianto)


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF