Salahkan Muslim atas Tragedi Penembakan di Selandia Baru, Senator Australia Ditimpuk Telur


146 shares
Senator Australia di Timpuk Telur (Twitter)
Senator Australia di Timpuk Telur (Twitter)

Senator Australia, Fraser Anning, ditimpuk sebutir telur oleh seorang pemuda ketika sedang memberikan pernyataan tentang imigran muslim terkait penembakan di Selandia Baru dalam sebuah pertemuan politik di Moorabbin, Australia.

Dilansir dari ABC pada Sabtu (16/3), sebuah video menunjukkan seorang pemuda tampak tenang menimpuk bagian belakang kepala Anning dengan tangan kanan. Sambil melakukan aksi, pemuda tersebut juga merekam penimpukan itu dengan tangan kiri.

Baca :   Wacana Fatwa Haram Game PUBG, MUI Jabar Sorot Teroris Selandia Baru

Sebagai balasan, Anning melayangkan dua pukulan ke arah kepala pemuda 17 tahun tersebut. Satu pukulan telak mengenai kepala, sedangkan pukulan satu lagi berhasil dihindari.

Sontak orang-orang di sekitar langsung memisahkan Anning dengan pemuda tersebut. Sementara para pengawal keamanan pribadi Anning langsung membekuk dan menjatuhkan pemuda itu ke lantai. Satu orang pria kekar memiting leher, sedangkan dua orang pria lain menahan badan dan kaki pemuda tersebut.

Pemuda ini kemudian dibawa pihak kepolisian setempat. Juru bicara Kepolisian Victoria mengatakan bocah laki-laki tersebut berasal dari Hampton dan untuk sementara dibebaskan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Meski begitu, aksi pemuda pemberani ini mendapat pujian dari netizen di dunia maya. Beberapa orang bahkan disebut berinisiatif untuk menggalang dana agar bocah tersebut mendapat keringanan hukum dan bisa membeli lebih banyak telur.

Baca :   Idris yang Tembak Mati Subaidi karena Pilpres Divonis Penjara Seumur Hidup

“Angkat topi untuk pemuda ini yang menimpuk telur ke bagian belakang kepala Senator Australia, Fraser Anning. Dia adalah senator yang menyalahkan imigran muslim atas serangan teroris di Selandia Baru,” kata akun Twitter dari Syed Rehan Ali bernama @Founder_EDDS .

Sebelumnya, puluhan orang menjadi korban penembakan brutal yang terjadi di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3).

Anning menyebut penyebab pertumpahan darah di Christchurch adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim untuk bermigrasi ke Selandia Baru. Ucapan itu merujuk kepada aksi terorisme yang dilancarkan oleh kaum Muslim di sejumlah negara dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Mereka yang menjadi korban hari ini [dalam insiden penembakan masjid di Christchurch], adalah mereka yang biasa menjadi pelaku [aksi teror],” kata Anning.

Baca :   Tragedi Mematikan di El Paso Texas, 20 Orang Tewas

Komentar tersebut lantas direspons oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang mengutuk komentar Anning dan menganggap pandangan tersebut tak memiliki tempat di Australia.

“Saya tentu saja ingin mengecam pernyataan Senator Anning secara mutlak dan lengkap tentang serangan teroris yang menghebohkan ini, dengan isu imigrasi yang dia sampaikan. Komentar-komentar  Anning mengerikan dan tidak ada tempat di Australia untuk komentar seperti itu. Dia [Anning] seharusnya malu dengan diri sendiri,” ucap Morrison. (map/chs)

Sumber : www.cnnindonesia.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF