Menkes: Caleg Yang Kalah Jangan Sampai Stres, Yang Senang-senang Saja


97 shares
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek (Foto : Istimewa)
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek (Foto : Istimewa)

Kancah Pemilu 2019 menjadi pertarungan bagi para calon legislatif (caleg). Sudah bukan rahasia lagi, umumnya para caleg ini mengeluarkan banyak uang untuk berbagai hal dari mulai pengadaan alat peraga kampanye (APK) hingga kebutuhan operasional.

Berkaca dari pemilu-pemilu sebelumnya, banyak caleg yang tidak bisa menerima kenyataan ketika dirinya kalah. Stres pun tampaknya menjadi penyakit yang bisa saja menimpa caleg gagal.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek berharap caleg menerima kekalahan dengan lapang dada sehingga terhindar dari sakit.

“Saya belum bisa memprediksi berapa yang sakit atau apa. Mudah-mudahan doa saya nggak sakit gitu aja,” kata Nila di sela-sela peresmian Pelayanan Pusat Jantung Terpadu di RSUP Dr Sardjito, DIY, Jumat (15/3).

Nila justru berpendapat bahwa seharusnya sudah tidak ada lagi caleg yang stres usai pemilu lantaran kehidupan sekarang yang jauh lebih tenang.

“Nggak ada doanya caleg nanti sakit kita senang merawat. Jangan stres deh, saya kira nggak juga sekarang lebih tenang nggak ada yang stres, nggak usah stres-stres, hidup yang sejahtera, senang-senang,” saran Nila.

Soal pencegahan stres, menurut Nila, tak hanya masa pemilu saja, semua rumah sakit memang sudah siap memberi pengobatan terbaik kepada masyarakat termasuk kesehatan jiwa.

“Tidak hanya pemilu menurut saya, sekarang ini indeks keluarga sehat orang Indonesia naik stresnya. Nah, itu kami siapkan kami punya dokter jiwa, psikolog, jangan takut kalau sakit kamu saya rawat,” ujar dia.

Di sisi lain, pada masa pemilu ini Nila juga menegaskan bahwa seluruh pegawai Kementerian Kesehatan bersikap netral dan profesional.

“Saya bukan politikus, saya tidak ikut partai. Kami profesional. Saya minta kalau kementerian teknis kita semua seperti dokter dan orang-orang teknis tidak perlu ikut dalam kericuhan ini,” pesan Nila.

Nila berpendapat bahwa pada masa sekarang setiap orang seharusnya sudah bisa menimbang siapa yang terbaik.

“Saya kita kita bisa berpikir yang terbaik gitu saja. Seharusnya netralitas (dijaga). Jadi kita memilih maaf, ya, kita punya otak buat berpikir. Kita menimbang dan ini kita mengatakan Indonesia harus aman, NKRI kita jaga, hidup sejahtera, kita pilih yang terbaik,” ujar Nila.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF