Diduga Terbebani Angsuran Kredit Motor, Pria Gunungkidul Gantung Diri


35 shares
Ilustrasi Gantung Diri (Foto : www.kupasmerdeka.com)
Ilustrasi Gantung Diri (Foto : www.kupasmerdeka.com)

Aksi bunuh diri kembali terjadi di Gunungkidul. Aksi bunuh diri yang ke-13 di tahun 2019 ini kali ini terjadi di Dusun Nogosari I Rt.03/Rw.01, Desa Bandung, Kecamatan Playen dan dilakukan oleh Henrey Teja Sukmana, pemuda 24 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan rumah makan cepat saji.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kumparan.com/tugujogja di lapangan menyebutkan, aksi mengakhiri hidup dengan cara gantung diri ini pertama kali diketahui oleh nenek korban, Sumirah (65). Kamis (14/3/2019) sekitar pukul 06.00 WIB, sang nenek akan membangunkan korban bunuh diri untuk bekerja. Henrey memang selama ini tinggal bersama dengan neneknya setelah sang ibu meninggal sementara ayahnya menikah lagi.

Saat masuk ke kamar Henrey, sang nenek melihat Henrey sudah tergantung dikamarnya. Sontak saja, Sumirah langsung berteriak histeris dan seketika itu juga tetangga langsung berdatangan ke rumah tersebut.

Kapolsek Playen, AKP Yusuf Tianotak, membenarkan peristiwa bunuh diri tersebut. Usai mendapat laporan anggota Polsek Playen serta Dokter Puskesmas Playen II yaitu Neneng Sutimah mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP.

“Posisi korban tergantung di usuk kamar tidur rumah korban menghadap ke barat agak miring dengan kedua kaki menyentuh lantai, gantung diri dengan menggunakan kain jarek batik motif warna hitam , panjang tali dari Usuk ke lantai 2,38 m, tali ke leher 88 cm, lingkar leher 28 cm,” paparnya.

Kapolsek menambahkan pemeriksaan tim medis Dokter Puskesmas Playen II, Neneng Sutinah, didampingi perawat Puskesmas 1 Playen, Grihanda Putri, menerangkan tidak terdapat tanda – tanda penganiayaan, dubur mengeluarkan kotoran dan kelamin mengeluarkan sperma.

“Lidah menjulur keluar tergigit, dimungkinkan korban meninggal Bunuh diri dengan cara gantung diri,”ujarnya.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga, korban sehat dan tidak ada riwayat sakit. Namun sebelum gantung diri pernah bercerita pada temannya bahwa merasa terbebani dalam mengangsur kredit motor. Karena tidak ada tanda luka bekas penganiayaan, jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (erl/adn)

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF