Miris, Orangutan Sumatera Luka Parah Ditembak 74 Peluru


265 shares
Orangutan Sumatera terluka parah, 74 peluru tersebar di tubuhnya (Foto : Istimewa)

Seekor induk orangutan Sumatera, Pongo abelii, ditemukan mengalami luka parah oleh warga di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Sultan Daulat Kota Subulussalam, Sabtu 9 Maret 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang mendapat laporan dari warga langsung melakukan evakuasi pada Minggu, 10 Maret 2019.

Kabar tersebut merujuk pada unggahan akun Instagram resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hari ini, Rabu 13 Maret 2019.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orangutan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Kedua mata orangutan juga terluka parah karena tembakan senapan angin.

Selain induk orangutan tersebut, ditemukan juga bayi orangutan berusia satu bulan. Bayi malang ini dalam kondisi kekurangan nutrisi parah dan syok berat. Sayangnya, ia tewas dalam perjalanan evakuasi ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari .

Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan induk orangutan tersebut. Kondisinya masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensif 24 jam.

Induk orangutan itu diperkirakan berusia 30 tahun. Petugas memberinya nama Hope, yang bermakna harapan agar ia bisa pulih dan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi. Petugas menyatakan berkoordinasi dengan lembaga hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.

View this post on Instagram

Kritis, Orangutan Sumatera Ditembak 74 Peluru di Aceh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di kebun warga tepatnya di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam setelah mendapat laporan dari masyarakat, Sabtu (9/3). Tim BKSDA Aceh bersama dengan personel WCS-IP dan HOCRU-OIC turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi dua individu orangutan terdiri dari anak dan induknya, Minggu (10/3). Dari pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orangutan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orangutan terluka parah karena tembakan senapan angin. Sedangkan bayi orangutan yang berumur 1 bulan, dalam kondisi kekurangan nutrisi parah dan shock berat. Tim kemudian bergegas membawa kedua orangutan tersebut ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif. Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi. Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Kondisi orangutan masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam. Induk orangutan sumatera berusia sekitar 30 tahun tersebut selanjutnya diberi nama HOPE yang berarti “HARAPAN”, dengan harapan, Hope bisa pulih dan bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. KLHK mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi. BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam ini. KLHK mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan masyarakat yang membantu dalam evakuasi orangutan HOPE. . Sumber foto: YEL SOCP, OUC, dan BKSDA Aceh #saveorangutan

A post shared by Kementerian LHK (@kementerianlhk) on

Sumber : https://www.viva.co.id


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF