Bantah Bakal Rugikan Negara, Jokowi : Kartu Prakerja Justru Hasilkan SDM Berkualitas


347 shares
Joko Widodo (Foto : viva.co.id)

Presiden Joko Widodo membantah anggapan mengenai kartu prakerja yang ditawarkannya bakal membebani anggaran negara. Program itu dianggapnya malah bakal menguntungkan negara karena mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam program Kartu Prakerja, kata Jokowi, ada pembentukkan sumber daya manusia yang lebih baik. Pasalnya penerima bukan hanya menerima uang, tapi juga pelatihan kerja.

“Merugikan gimana? ini loh kartu pra kerja, yang sering ditanyakan. Jadi ini nanti lulusan SMK, SMA, atau SMP misalnya, atau universitas, setelah pegang ini akan ditraning. Traningnya itu bisa BUMN, bisa swasta bisa juga kementerian pemerintah,” ujar Jokowi usai membuka Festival Satu Indonesia di Istora Senayan, Minggu malam (10/3).

“Lima tahun ke depan kita ingin konsentrasi, fokus, pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran. Ya seperti ini. Bagaimana kita mau tarung di kompetisi dengan negara lain kalau SDM kita skillnya kurang. Kalau SDM kita yang unggul bagaiamana?” sambungnya.

Para pemegang kartu ini, jika belum mendapatkan pekerjaan setelah mendapatkan training akan mendapatkan insentif dalam jangka waktu bisa sampai enam bulan. Namun, ia menyatakan bukan berarti semua pengangguran mendapatkan kartu tersebut.

“Ini jumlahnya di APBN tertentu. Jumlahnya tertentu juga, tapi yang jelas jutaan bukan ratusan ribu tapi jutaan. Ini yang gede itu. Jadi setahun kita hitung Rp 2 juta atau Rp 1 juta. Ditraning itu kemampuan kita dihitung,” lanjutnya.

Selain menyiapkan kartu pra kerja, ia juga akan memaksimalkan lapangan pekerjaan.

“Tentu saja seiring, antara investasi, antara pembuka lapangan pekerjaan dengan training ini. nanti link and match antara dilatih sama yang membutuhkan juga sambung,” tegasnya.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF