Ini Penyebab Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions


14 shares
Karim Benzema tidak bisa menggantikan posisi Cristiano Ronaldo sebagai bomber utama Real Madrid. (REUTERS/Juan Medina)

Kejutan besar terjadi di babak 16 besar Liga Champions 2018/2019. Real Madridyang sukses mempertahankan trofi Si Kuping Besar dalam tiga edisi terakhir disingkirkan Ajax Amsterdam.

Real Madrid sebenarnya mengawali kampanye untuk lolos ke perempat final dengan mulus usai menang 2-1 atas di kandang Ajax. Namun, di luar dugaan Los Merengues yang difavoritkan lolos malah terkapar di Santiago Bernabeu pada leg kedua, Selasa (5/3) waktu setempat. Skornya pun telak 1-4.

Real Madrid yang tidak diperkuat Sergio Ramos tertinggal 0-2 di babak pertama setelah Hakim Ziyech dan David Neres bergantian membobol gawang Thibaut Courtois. Alih-alih bangkit, tuan rumah malah kian terbenam di babak kedua setelah gol Dusan Tadic dan Lasse Schone hanya mampu dibalas Marco Asensio.

Real Madrid pun gagal melangkah ke babak selanjutnya karena kalah agregat 3-5. Di akhir laga, para pemain Real Madrid hanya bisa tertunduk lesu dan meratapi kegagalan yang terjadi di hadapan publik sendiri.

Kekalahan ini jelas menyesakkan, namun sebenarnya sudah bisa diduga apabila mengacu jalannya pertandingan. Skuat asuhan Santiago Solari boleh saja unggul penguasaan bola dengan 57 persen berbanding 43 persen milik Ajax, tetapi soal efektivitas memanfaatkan Real Madrid kalah dari tim tamu.

Dikutip dari ESPN, Real Madrid melepaskan delapan tendangan tepat sasaran dan hanya tercipta satu gol. Sedangkan Ajax menjaringkan empat gol dari jumlah tendangan tepat sasaran yang sama dengan Real Madrid.

Bahkan, jika menengok leg pertama, Ajax sebenarnya bisa mengakhiri laga dengan hasil yang lebih baik andai gol Nicolas Tagliafico tidak dianulir wasit. Andai gol itu disahkan, De Godenzonen paling tidak bisa memaksa skor imbang 2-2 di kandang sendiri.

Baca :   Pogba Pilih Pindah ke Real Madrid Ketimbang Juventus

Usai disingkirkan Ajax, gelandang Real Madrid Toni Kroos tidak malu untuk mengakui bahwa anak asuh Erik ten Hag adalah tim yang lebih baik dalam dua pertemuan tersebut.

“Jika boleh jujur, Ajax adalah tim yang lebih baik dalam dua pertemuan, begitulah kenyataannya,” kata Kroos.

“Saya bisa mengerti mengapa fan sangat kecewa dan kami pun sama, namun kami tetap bersatu.”

Lantas, apa yang membuat Real Madrid gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions? Salah satu faktornya adalah catatan buruk Luka Modric dan kawan-kawan saat bermain di hadapan publik sendiri.

Sebelum menelan kekalahan telak dari Ajax, Real Madrid lebih dahulu menelan tiga kekalahan beruntun di Santiago Bernabeu. Dua kekalahan beruntun bahkan diderita dari rival abadi, Barcelona.

Tren negatif itu berawal dari kekalahan mengejutkan dari tim papan bawah Girona dengan skor 1-2 di Liga Spanyol. Sebelas hari kemudian, tim ibukota Spanyol takluk 0-3 dari Barcelona di ajang Copa del Rey.

Real Madrid bertekad memperbaiki catatan mereka saat kembali meladeni Barcelona di Liga Spanyol. Namun, hasilnya lagi-lagi masih sama karena Real Madrid takluk 0-1 gara-gara gol yang dijaringkan Ivan Rakitic.

Selain catatan minor di kandang, komposisi starting eleven yang dipilih Solari juga ikut memengaruhil hasil yang diraih tim pengoleksi 13 gelar Liga Champions ini.

Juru racik formasi asal Argentina itu belakangan jarang memberikan kesempatan kepada Marcelo, Isco Alarcon, dan Marco Asensio untuk menghuni skuat inti. Padahal, dua nama terakhir merupakan pemain yang kerap menjadi kartu truf Real Madrid saat masih diarsiteki Zinedine Zidane.

Ketimbang Isco maupun Asensio, Solari lebih senang memainkan Vinicius Junior dan Lucas Vazquez untuk menjadi pendamping Karim Benzema di lini depan. Bahkan, Marcelo harus merelakan posisinya di sektor bek kiri kepada pemain muda Sergio Reguilon.

Baca :   Permalukan Real Madrid 2 Kali Beruntun, Barcelona Belum Puas

Isco pun sempat mengeluhkan minimnya kesempatan bermain di Real Madrid melalui akun Twitter miliknya. Hal itu direspons Solari dengan meminta setiap pemain untuk berlaku profesional.

“Seorang pesepakbola profesional wajib bekerja dan berlatih 100 persen untuk membantu tim,” ucap Solari beberapa waktu lalu.

Masalah terakhir yang membuat Real Madrid terpuruk musim ini karena mereka tidak punya pemain yang bisa menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang hijrah ke Juventus pada awal musim ini. Hengkangnya Ronaldo membuat Los Blancos tidak punya bomber yang bisa menggaransi minimal 30 gol dalam satu musim.

Real Madrid memang masih punya Benzema, namun striker asal Prancis itu bermasalah dengan konsistensi. Selama berseragam Real Madrid, Benzema baru satu kali mencetak lebih dari 30 gol saat mencetak 32 gol pada musim 2011-2012.

Sedangkan Gareth Bale yang diharapkan bisa menjadi suksesor Ronaldo malah lebih akrab dengan ruang perawatan. Pada musim ini, pemain asal Wales itu baru mencetak 13 gol dari 34 pertandingan.

Ketidakmampuan menggaet pengganti Ronaldo meski sempat dikaitkan dengan Neymar dan Kylian Mbappe ditengarai karena perubahan kebijakan yang dilakukan Presiden klub Florentino Perez sejak awal musim ini. Orang nomor satu di Real Madrid itu lebih tertarik mendatangkan pemain muda untuk meremajakan skuat yang mulai menua.

Di awal musim ini, Real Madrid mendatangkan Alvaro Odriozola (22 tahun), Andrey Lunin (19 tahun), Rodrygo (17 tahun), dan Vinicius Junior (18 tahun). Sedangkan pada bursa transfer Januari, manajemen klub mendatangkan Brahim Diaz dari Manchester City senilai £21 juta.

Dari deretan pemain tersebut, hanya Odriozola dan Vinicius yang cukup banyak mendapatkan kesempatan bermain di tim utama. Namun, kehadiran para pemain baru tersebut tidak memberikan dampak signifikan untuk hasil yang diraih Real Madrid.

Baca :   Mirip Real Madrid, Desain Kostum Nike Ditolak Barcelona

Pergerakan di bursa transfer yang tidak optimal, komposisi pemain yang tidak variatif, hingga konsistensi meraih kemenangan menjadi penyebab utama yang berujung hasil buruk yang diraih Real Madrid musim ini. (jal/jun)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com


Redaksi

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF