Viral, Gerebek Pelajar Mesum di Atas Daun Kelapa, Pria Ini Malah Jadi Tersangka


Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tersebarnya video mesum sepasang pelajar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Tersangka merupakan orang yang pertama kali mengetahui kejadian mesum sejoli tersebut dan menggerebeknya.

Muhammad Armin Novianto alias Atto (38), ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menyebarkan video sepasang pelajar yang tengah mesum di atas pelepah daun kelapa kering yang viral di media sosial.

Tersangka merekam video sepasang muda-mudi yang mengenakan seragam sekolah sedang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri menggunakan telepon pintar miliknya.

“Dia membagikan kepada salah seorang rekannya melalui akun WhatsApp dan Facebook,” kata Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan, Jumat (15/2/2019).

Pandu menjelaskan bahwa setelah diamankan, Muhammad Armin Novianto mengakui bahwa dirinyalah yang menggerebek sambil merekam video mesum sepasang pelajar tersebut di Kawasan Pantai Dato, Lingkungan Pangale, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

“Jadi pada 24 Januari 2019, pukul 14.25 Wita, pelaku melihat dan menghampiri sepeda motor tanpa ada pemiliknya di semak-semak. Pelaku kemudian melihat seorang perempuan berseragam sekolah sedang berdiri dan menurunkan celananya. Pada saat itulah pelaku mengambil handphone dan merekam aksi sepasang remaja tersebut,” jelasnya.

Video yang direkamnya itu, lanjut Pandu, kemudian disebarkan oleh Muhammad Armin Novianto melalui akun WhatsApp dan Facebook-nya. Persebaran video mesum tersebut belakangan dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Oleh karena itu kita membuat Laporan Polisi model A dan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Saat pelaku diamankan kita juga berhasil mengamankan dua buah telepon genggam yang digunakan pelaku untuk menyebar video tersebut,” ucapnya.

Muhammad Armin Novianto kemudian disangkakan melanggar pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidananya adalah hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 juta.

Baca :   Upload Video Mesum di Facebook, Yudi dan Hendra Dihukum 14 Bulan Penjara

“Dia melanggar UU ITE yakni tanpa hak mendistribusikan dan atau mentrasmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi yang melanggar asusila,” ucap Pandu menjelaskan isi pasal UU ITE yang disangkakan kepada Muhammad Armin Novianto.

Sumber : https://www.liputan6.com


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF