Perjuangan Hidup Mati Ibu Hamil di NTT Seberangi Sungai untuk Melahirkan


Seorang ibu hamil dari Desa Alorawae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT harus berjuang melawan derasnya arus Sungai Lowo Sesa.

Ibu hamil itu adalah Yasinta Wea. Usia kandungannya sudah sembilan bulan. Untuk melahirkan, ibu hamil ini dibantu petugas kesehatan bersama warga menyeberangi derasnya sungai Lowo Sesa, Senin, 11 Februari 2019.

Desa Alorawe merupakan satu di antara beberapa Desa di Kecamatan Boawae. Jarak dari Alorawe hingga Puskesmas Boawae sekitar 20 kilometer. Untuk sampai ke Puskesmas Boawae ibu hamil bersama petugas kesehatan harus berjuang keras melawan derasnya arus air sungai tersebut.

Warga setempat biasa menyebut sungai itu Kali Lowo Sesa, sewaktu-waktu dapat menyeret manusia jika tidak berhati-hati saat menyeberang.

Jembatan penghubung yang tidak tersedia antara Desa Alorawe dengan Desa Dhereisa, memaksa warga Alorawe harus bertaruh nyawa menyeberangi kali demi sampai ke Boawae, pusat Kecamatan Boawae. Hampir setiap hari, mereka melakukan itu lantaran tidak ada jalan alternatif.

“Saat musim hujan dan kadang banjir seperti saat ini, tak bisa menyeberangi, karena arusnya cukup deras,” ujar salah satu warga, Doni Moni kepada Liputan6.com, Rabu (13/2/2019).

Harapan Warga Tersedianya Jembatan

Ia mengatakan, ketika punya keperluan mendadak di Boawae atau di Mbay, pusat kota Kabupaten Nagekeo, terpaksa harus ditunda demi keselamatan. “Jika dipaksa akan berbahaya dan nyawa jadi taruhan,” katanya.

Dia meminta pemerintah daerah segera membangun jembatan penghubung agar transportasi antarwarga di wilayah itu bisa berjalan lancar.

Kepala UPTD Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeni membenarkan kejadian itu. Menurut dia, ibu hamil asal Alorawe yang menyeberangi sungai itu dibantu oleh petugas kesehatan dan masyarakat. Hal itu sering terjadi saat musim hujan.

Baca :   Miris, Ratusan Baut Dicuri, Jembatan Siak IV di Riau akan Ditutup

“Sungai Lowo Sesa hampir setiap tahun pasti banjir, sehingga masyarakat jika hendak ke Boawae dan sekitarnya mengalami kesulitan,” katanya.

Ia mengatakan, petugas dan masyarakat setempat terpaksa harus kerja ekstra mengantar sang ibu hamil menyeberang sungai.

Ia menambahkan, usia kehamilan ibu asal Alorawe itu sudah sembilan bulan dan dalam waktu dekat akan melahirkan, sehingga butuh pertolongan medis di Puskesmas.

Sumber : https://www.liputan6.com


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF