Dinas Dikbud NTB Keluarkan Surat Edaran Larang Siswa Lakukan Perayaan Valentine


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan surat edaran terkait larangan merayakan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang pada Jumat (08/02/2019). Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB baik negeri maupun swasta yang ada di NTB.

Dalam surat edaran tersebut, Kepala Dikbud NTB, Muhammad Suruji, menekankan pada empat poin.

  1. Melarang peserta didik merayakan Valentine baik di sekolah maupun luar sekolah;
  2. Agar sekolah membuat surat edaran untuk orang tua peserta didik supaya mengawasi anak-anak mereka;
  3. Guru dan pegawa sekolah mengambil peran aktif untuk menanamkan sikap dan perilaku sesuai karakter budaya Indonesia; dan
  4. Guru Bimbingan Konseling serta Guru Agama memberikan arahan untuk penguatan moral serta pola pikir peserta didik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 Mataram, Muhammad Jauhari, telah membuat surat edaran untuk orang tua siswa pada Selasa (12/02/2019). Selain itu, Jauhari menerangkan bahwa pada tanggal 14 Februari mendatang adalah hari efektif belajar. Dimana kelas 12 melaksanakan Ujian Praktik, sementara kelas 11 dan 10 belajar seperti biasanya.

“InsyaAllah Siswa tidak ada yang di luar sekolah, dan kebetulan juga di SMA 1 Mataram akan kedatangan Siswa dari Australia sebanyak 13 Siswa dan 3 Guru pendamping. InsyaAllah tidak ada Valentine segala di SMA 1 Mataram,” ujar Jauhari saat dihubungi Inside Lombok, Selasa (12/02/2019).

Bukan hanya di Mataram, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Dikbud Kabupaten Sumbawa Besar, Shalahuddin, juga menerangkan bahwa Dikbud Kabupaten Sumbawa Besar juga telah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah-sekolah. Menurut Shalahuddin, beberapa tahun terakhir hal-hal negatif terkait pergaulan remaja yang berlandaskan modus kasih sayang semakin banyak terjadi.

Baca :   Larangan Perayaan Valentine Jadi Pil Pahit Bagi Pedagang Bunga

“Ini kita anggap modus karena pada dasarnya kasih-sayang itu kan berlaku sepanjang hayat. Ini kan anak-anak remaja sebenarnya hanya ikut-ikutan. Tanpa tau sejarahnya apa, kenapa ada perayaan itu. Kami minta guru BP/BK memantau proaktif kegiatan anak-anak. Karena ini sudah terbaca ada beberapa kegiatan yang dimoduskan,” ujar Shalahuddin ketika dihubungi Inside Lombok, Selasa (12/02/2019).

Selain itu, Shalahuddin juga menerangkan bahwa siswa kelas 9 SMP sedang melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Menurutnya daripada memakai waktu untuk merayakan Valentine, para siswa tersebut lebih baik meluangkan waktunya untuk fokus belajar untuk menghadapi Ujian yang sebentar lagi akan diadakan.

“Anak-anak yang SMP sedang simulasi UNBK. Anak-anak ini kan kadang-kadang tidak peduli sama itu. mau besok ujian nasional, kalau malamnya ada acara pesta ya mereka ikut-ikut saja, makanya kami juga berkoordinasi dengan pol PP supaya tanggal 13 malem melakukan patrol wilayah, di dalam kota dan di tempat-tempat hiburan, supaya kalau ada yang pesta itu dihimbau untuk dibubarkan,” pungkas Shalahuddin.

Sumber : www.insidelombok.id


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF