Ini Alasan Facebook Blokir Akun Abu Janda yang Terkait Saracen


Beberapa waktu lalu, Facebook mengumumkan telah menghapus ratusan akun yang dianggap memiliki hubungan dengan Saracen, grup sindikat online yang menyebar konten kebencian di Indonesia. Dari total 800 akun yang dihapus, salah satu akun yang terkena penghapusan ini adalah akun milik Arya Permadi alias Abu Janda.

Menanggapi penghapusan ini, Arya yang merupakan pegiat media sosial memprotes langkah Facebook tersebut. Dalam sebuah keterangan yang diberikan dalam video yang diunggahnya di Twiter, Arya membantah tuduhan dirinya dikaitkan dengan Saracen. Ia mengaku kabar mengenai dirinya terkait dengan Saracen yang viral telah merugikan dirinya.

“Facebook telah membuat kesalahan fatal. Tim pengacara aya meminta Facebook membersihkan nama saya dan menghidupkan kembali akun dan page saya. Atau kami akan gugat di Pengadilan Rp 1 triliun untuk ganti rugi imateril,” ujar Arya, dalam video tersebut. Ia juga menyatakan akan melaporkan Facebook atas tuduhan telah melanggar UU ITE.

Menanggapi protes yang dilancarkan Arya, pihak Facebook menjelaskan jika mereka ingin menimimalisir aktivitas Grup Saracen yang menggunakan platform-nya.

Facebook mengatakan bakal secara terbuka menerima laporan pemilik sah akun yang terdampak dari penghapusan ini untuk mengkaji ulang akunnya.

 

“Prioritas kami adalah meminimalisir kekuatan Grup Saracen untuk menggunakan akun, halaman, dan grup yang disusupi, serta mencegah kemungkinan yang berbahaya. Apabila pemilik sah dari akun, halaman, dan grup yang terdampak menghubungi kami, kami terbuka untuk menelaah dan mengkaji akun mereka kembali,” ujar Juru Bicara Facebook, dalam keterangan resmi yang diterima kumparan.

 

Sebelumnya, penutupan 800 akun Facebook ini diumumkan oleh Nathaniel Gleicher, Head of Cyber Security Policy Facebook, lewat siaran pers yang mereka sebarkan. Selain 800 akun pribadi, Facebook juga menghapus 207 halaman, 546 grup, dan 208 akun Instagram.

Alasan penghapusan ini ialah akun-akun dan halaman tersebut dianggap sebagai akun dengan “Perilaku tidak otentik yang terorganisir di Indonesia, yang menciptakan pemahaman yang kurang tepat kepada publik tentang identitas mereka yang sebenarnya dan apa yang mereka lakukan.”

“Seluruh halaman, akun, dan grup ini memiliki hubungan dengan Saracen – grup sindikasi online di Indonesia,” tulis Gleicher. “Kami menutup halaman, grup, dan akun ini dikarenakan pola perilaku mereka, bukan karena konten yang mereka post.

 

Baca :   Dituduh Saracen, Abu Janda Tuntut Pendiri Facebook Mark Zuckerberg Rp1 Triliun

Dalam kasus ini, orang-orang yang berada di balik aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk menggambarkan identitas yang tidak otentik, dan hal ini yang menjadi dasar dari tindakan yang kami lakukan.”

 

Facebook mengaku ke depannya akan terus mendeteksi dan menghentikan aktivitas-aktivitas seperti ini karena tidak ingin layanannya dipakai untuk memanipulasi orang. Raksasa media sosial tersebut menegaskan akan tetap berinvestasi dalam hal keselamatan dan keamanan di platform-nya.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF