Perbaiki Gizi Remaja Putri, Ini Yang Dilakukan Lombok Barat


Mengantisipasi rendahnya kesadaran gizi khususnya kalangan remaja putri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan meluncurkan “Aksi Bergizi”, yang diperkuat Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 444/91/DIKES/I/2019 tertanggal 21 Januari 2019.

Dalam SE itu tertuang bahwa semua sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Lombok Barat, diminta untuk melaksanakan aksi “Bergizi” setiap hari Rabu selama 45 menit. Dimana pihak sekolah diminta melakukan sarapan bersama, meminum tablet tambah darah (TTD), dan menyelenggarakan kegiatan literasi dengan “modul aksi bergizi”.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Barat Rahman Sahnan Putra, Senin (4/1), ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, kegiatan bergizi telah dilaksanakan sejak Januari 2019, dengan menyasar sepuluh SMP/MTs dan SMA/SMK/MA yang dijadikan pilot project.

“Saat itu kita baru mulai di kelas 8 dan kelas 11. Untuk tahun 2019 ini kita akan minta semua sekolah tingkat SMP/MTs sederajat dan SMA/SMK/MA sederajat untuk menyelenggarakan hal tersebut,” jelasnya.

Dikatakan, sepuluh sekolah tersebut adalah SMPN 5 Lembar, SMPN 2 Kuripan, SMPN 1 Labuapi, MTs Ad-Dinul Qayyim, dan MTs Sayang Ibu. Sisanya adalah lima sekolah jenjang SLTA yang tersebar di beberapa kecamatan.

Sementara bentuk intervensi (Dikes) kepada sekolah-sekolah pilot project tersebut, yakni dalam bentuk pelatihan kepada lima orang guru dari setiap sekolah. Selanjutnya para guru terlatih itu melatih guru dan wali kelas, yang akan mendampingi siswa untuk aksi bergizi.

Lebih jauh Rahman membeberkan bahwa untuk TTD sendiri, telah dimulai sebelum aksi bergizi digalakkan, tepatnya sejak 7 Februari 2018 lalu.

Saat itu, menurut Rahman, bertujuan mencegah terjadinya kekurangan gizi dan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku para remaja tentang kesehatan reproduksi.

“Kita perlu menyiapkan kondisi fisik dan mental para remaja putri, untuk menghadapi masa reproduktif mereka sekaligus untuk mencegah terjadinya stunting (tumbuh pendek, red), agar kita bisa bebas stunting di 2030 nanti,” bebernya.

Baca :   Ada Kampung Ramadhan di Lombok Barat, Apa Saja Isinya?

Terpisah, Kepala SMPN 1 Labuapi H. Nurdin sangat mengapresiasi, dan mengaku bahwa di sekolah yang dipimpinnya aksi bergizi berjalan sangat efektif.

“Sangat efektif, tidak ada kendala. Pada saat pemberian TTD, para siswa sudah merasakan sendiri efek pemberian TTD itu. Kami dari pihak sekolah sangat terbantu dengan aksi tersebut,” akunya sembari menambahkan bahwa pihak Dinas Kesehatan melalui Puskesmas turut terlibat dalam mendampingi.

Selain itu, lanjut Nurdin, pihaknya juga merasakan dampak positif dari aksi bergizi tersebut, dimana SMPN 1 Labuapi meraih peringkat keenam Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional.

“Sekarang kita sedang menunggu hasil Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat nasional,” ucapnya.

Sementara Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat ditemui media menegaskan, aksi beegizi merupakan bentuk sentuhan pembangunan manusia dari hulu dalam memerangi stunting.

“Kita tidak hanya menyentuh ibu dan anak, tapi menyiapkan para remaja putri yang menjadi ibu, agar bisa sehat dan di saat waktunya melahirkan pun mampu melahirkan anak-anak yang sehat dan tidak mengidap stunting,” papar Fauzan.

Di samping menyentuh kesehatan personal remaja putri, lanjut Fauzan, pihaknya juga sedang menggerakkan anti pernikahan dini, melalui “Gerakan Anti Merariq Kodek (Gamaq)” yang telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup).

“Dari aspek kesehatan dan usia reproduksi kita pun berupaya keras, agar tidak lagi terjadi pernikahan dini. Pernikahan yang dilakukan secara sehat dalam fisik maupun psikis, pasti berpengaruh terhadap anak-anak yang akan lahir dari keluarga itu,” tandas Fauzan. (red)

Sumber : kicknews.today
Judul asli : Ini Cara Lombok Barat Perbaiki Gizi Remaja Putri

Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF