Kakek di China Bertemu Kembali dengan Cucu yang Dijual Anaknya Sendiri


Malang betul nasib seorang bocah laki-laki berumur tiga tahun di Provinsi Fujian, China. Setahun yang lalu dia dijual oleh kedua orang tuanya kepada sepasang suami istri seharga 120 ribu yuan atau 248 juta rupiah lebih.

Satu tahun berlalu, bocah malang itu akhirnya kembali ke pangkuan kakek dan neneknya. Dilansir South China Morning Post, Sabtu (2/2), petugas di Kota Jinjiang mengembalikan bocah tersebut pada pekan lalu. Bocah itu ditemukan bersama sepasang suami istri yang membelinya pada Januari tahun lalu.

Diketahui, bocah tersebut dibesarkan oleh kakek dan nenek kandungnya sejak usia delapan bulan. Namun, pada suatu hari kedua orang tua bocah itu datang mengambilnya kembali. Ayah bocah itu sempat berdalih bertanggung jawab membesarkan sang anak.

“(Saat kunjungan terakhir), mereka mengatakan mereka adalah orang tua sang anak dan berhak menentukan apa yang harus dilakukan ke depannya,”cerita sang kakek.

Beberapa waktu berselang, sang kakek mendapati anaknya dipenjara karena kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Saat menjenguk di penjara, tak disangka anak laki-lakinya itu ternyata telah menjual cucu kesayangannya pada orang lain.

Mengetahui hal tersebut, kakek tua itu melapor ke polisi. Pihak berwajib kemudian melacak keberadaan bocah dan orang tua angkatnya mulai Januari tahun ini. Tes DNA pun dilakukan untuk membuktikan hubungan darah mereka. “Bagaimana bisa mereka sejahat itu? Aku dan istriku dapat membantunya (cucu) jika mereka (anak dan mertua) tidak mampu membesarkannya. Bagaimana bisa mereka menjualnya?” keluh kakek itu.

Menurut hasil interogasi polisi, ayah dan ibu bocah itu menjual sang anak kepada pasangan suami istri yang mereka temui di taman Jinjiang pada 17 Januari tahun lalu. Ayah dan ibu bocah tersebut kemudian membagi dua hasil penjualan karena mereka bercerai kemudian.

Baca :   Viral Kisah Bocah Tertinggal di Pom Bensin Saat Mudik

Di China, perdagangan anak dan perempuan pada dasarnya akan dikenai hukuman lima hingga sepuluh tahun penjara. Untuk kondisi tertentu, pengadilan bahkan bisa menjatuhi hukuman mati.

Sumber : www.kumparan.com


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF