Rumah Sakit Salah Diagnosis, Seorang Bocah Harus Kehilangan Ayahnya


Xander yang kini berusia 6 tahun, harus kehilangan ayahnya Terry Hickson sekitar 3 hari setelah kelahirannya pada 2012. Kisah ini dituturkan ibunya Louise dikutip dari Mirror, setelah pihak jaminan kesehatan sosial Inggis National Health Security (NHS) dan rumah sakit mengakui kesalahannya. Ganti rugi dari NHS sebesar 140,000 Poundsterling yang setara Rp 2,5 miliar tak mampu menghadirkan kembali Terry dalam keluarga.

“Saya hanya ingin permintaan maaf dari penyedia layanan kesehatan, karena tidak ada uang yang bisa mengembalikan Terry. Anak-anak saya kini tak punya ayah dan saya telah kehilangan suami. Saya sangat trauma dan bingung saat akhirnya Terry meninggal dunia. Pengalaman ini mungkin tak perlu terjadi jika rumah sakit lebih cermat,” kata Louise.

Terry meninggal akibat gumpalan darah yang mengganggu kerja jantung. Rumah sakit tidak mewaspadai risiko atau mendiagnosa adanya gumpalan darah pada Terry. Selama sekitar 13 hari di rumah sakit, Terry tidak pernah menerima resep pengencer darah atau pemeriksaan deep vein thrombosis (DVT). DVT dalah gumpalan darah atau trombus yang terbentuk pada pembuluh vena dalam tubuh.

Kisah Terry terjadi pada November 2012 saat Louise sedang merencanakan operasi caesar untuk kelahiran Xander. Pada (22/11/2012) Terry terpaksa dilarikan ke rumah sakit Arrowe Park Hospital di Merseyside karena sakit punggung dan perut yang mengerikan. Hasil pemeriksaan Sinar X menyatakan Terry mengalami batu ginjal. Pemeriksaan juga mendapati cairan pada paru-paru yang menyebabkan Terry sulit bernapas.

Terry masih di rumah sakit saat Louise akhirnya melahirkan Xander lewat operasi caesar pada (30/11/2012). Louise sempat mengunjungi Terry sebelum dan setelah operasi yang meninggalkan meninggalkan trauma. Louise yang datang bersama Xander justru diusir Terry yang sedang dalam pengaruh bius. Dokter lantas menenangkan Louise dengan mengatakan suaminya tidak dalam kondisi sadar penuh. Louise akhirnya pulang ke rumahnya sambil membawa Xander.

Baca :   Bikin Infus Jus Buah, Wanita Ini Dilarikan Ke Rumah Sakit Diduga Komplikasi Parah

Namun dua hari setelahnya, pihak rumah sakit memberi kabar buruk soal Terry pada Louise. Rumah sakit menyatakan Terry mengalami gagal jantung dan tidak bisa diselamatkan. Saat itu Louise merasa sedih, kecewa, dan mulai mempertanyakan kemampuan rumah sakit. Saat itu baru diketahui Terry meninggal akibat gumpalan darah berukuran 8 inchi atau setara 20,32 sentimeter yang berjalan dari kaki kiri ke jantungnya. Gumpalan darah inilah yang menyebabkan gangguan kerja jantung.

“Saya masih sedih bila ingat kejadian tersebut. Hingga saat ini rasanya sulit menerima Terry tidak ada lagi bersama kami. Namun saya harus kuat untuk melanjutkan hidup,” ujar Louise

Selain ganti rugi dari NHS, Louise juga menerima permintaan maaf yang dikatakan juru bicara Wirral University of Teaching Hospital NHS Foundation Trust. Kesalahan pada 2012 telah menurunkan standar pelayanan rumah sakit dan profesionalisme NHS. Kejadian pada Terry harus menjadi bahan perbaikan pelayanan kesehatan di Inggris.

Sumber : https://health.detik.com


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF