Toko Ritel di Indonesia Bertumbangan: Central, Giant hingga Centro, Ini Penyebabnya


Belum genap satu bulan kabar tutupnya salah satu cabang toko retail Central Department Store di Neo Soho Mall mencuat, kini kabar yang sama datang dari Centro Departement Store yang menutup salah satu cabangnya di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Ya, gerai ritel yang ditutup barangkali tidak hanya terjadi kali ini saja.

Beberapa gerai toko ritel tercatat telah tutup sejak akhir 2018 hingga awal 2019. Berubahnya pola belanja masyarakat, dari offline ke online, tak jarang dijadikan penyebab. Ada juga faktor turunnya daya beli. Alhasil, sepinya pengunjung membuat sederet nama ritel terkenal bertumbangan. Berikut ritel-ritel yang tumbang dari akhir 2018 hingga awal 2019.

1. Giant

Memasuki 2019, kabar mengenai ritel yang tumbang mulai kembali menyeruak. Cukup mengejutkan, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) pun menyatakan telah menutup 26 gerai Giant. Penutupan 26 gerainya lantaran HERO tengah menerapkan efisiensi. Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persen karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja.

2. Central Department Store

Penutupan ritel juga diikuti oleh PT Central Retail Indonesia. Manajemen merasa bahwa pola belanja masyarakat berubah. Rencananya gerai Central Department Store di Neo Soho, Jakarta akan tutup pada 18 Februari 2019. Sembari menunggu waktu penghabisan, manajemen bakal menggelar closing down sale hingga 90 persen. Pihak manajemen menyampaikan bahwa penutupan bertujuan untuk menyesuaikan pola belanja masyarakat yang ingin lebih cepat dan efisien. Perusahaan pun mengklaim akan berfokus untuk menggarap omni channel sehingga dapat mengikuti demand yang ada.

3. Centro Departement Store

PT Tozy Sentosa, pengelola Centro Departement Store mengungkap terpaksa menutup gerainya di Plaza Semanggi, Jakarta sejak akhir tahun lalu. Penutupan gerai dilakukan akibat turunnya jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut. Padahal, gerai tersebut sudah berdiri selama 15 tahun dan merupakan gerai pertama Centro yang dibuka pada 2004 lalu.

Senior Manager Advertising and Promotions PT Tozy Sentosa Pelly Sianova menjelaskan penutupan gerai dilakukan karena jumlah pengunjung Plaza Semanggi yang kian sepi. Namun, seiring dengan aturan lalu lintas seperti pengalihan jalur dan regulasi three in one menyebabkan akses ke Plaza Semanggi semakin sulit.

Sumber: Kumparan.com


Redaksi

0 Comments

Your email address will not be published.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Image
Photo or GIF